Bengkulu, 6 Agustus 2026 – Balai POM di Bengkulu menyelenggarakan Pelatihan Sensitivitas Disabilitas dan Etika untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, humanis, dan setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Aula Rafflesia Balai POM di Bengkulu dan diikuti petugas pelayanan publik serta seluruh pegawai secara daring.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Balai POM di Bengkulu, Nurussaumi, S.AP., M.M. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya pemahaman terhadap kebutuhan dan keberagaman masyarakat dalam memberikan pelayanan. Petugas pelayanan publik diharapkan mampu menghindari stigma dan diskriminasi serta membangun komunikasi dan interaksi yang tepat sehingga masyarakat merasa dihargai, dihormati, dan memperoleh pelayanan secara setara.
Materi Sensitivitas Disabilitas disampaikan oleh Adella Veranti, M.Pd. dari SLB Negeri 3 Bengkulu. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun interaksi yang tepat dengan penyandang disabilitas serta mengenali kebutuhan mereka dalam memperoleh pelayanan publik.
Selain itu, Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusi Bengkulu (PMMI) turut berbagi pengalaman langsung dalam mendukung penyempurnaan fasilitas pelayanan publik yang telah dimiliki Balai POM di Bengkulu. Sesi tersebut menghadirkan Takrim Nusarto, Ramdhah Murhaharah, dan Fenti Pertiwi.
Melalui pelatihan ini, Balai POM di Bengkulu berkomitmen memperkuat budaya pelayanan yang inklusif dan beretika. Pelayanan inklusif bukan berarti memberikan perlakuan istimewa, melainkan memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses layanan sesuai dengan kebutuhannya.