Perokok pemula di Indonesia yang didominasi oleh remaja usia 13-15 tahun semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadi target dari industri rokok selanjutnya. Adanya Iklan rokok menjadi pemicu atau stimulator semakin bertambahnya jumlah perokok pemula. Bahkan dilihat dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 jumlah perokok pemula mencapai 36,3 persen. Sehingga hal ini memerlukan sinergi antara pemerintah, pihak sekolah dan pengawasan orang tua terhadap prilaku anak, sehingga tidak terjerumus ke dalam pengaruh negatif. Berkaitan dengan fenomena rokok ini, maka Balai POM di Bengkulu menyelenggaran penyebaran informasi bahaya rokok bagi kesehatan. Penyebaran Informasi yang dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2016 di SMPN 2 Kota Bengkulu yang dihadiri oleh 110 orang siswa dengan narasumber Kepala Seksi Pengujian Pangan dan BB Drs. Sasra, Apt., M.Si dan PFM Ahli Madya Oktar Tamba, S.Si., Apt. Kegiatan penyebaran informasi ini merupakan wujud kepedulian dan menjadi Agent of Change anti rokok dilingkungannya.
Balai POM di Bengkulu