Bengkulu – Dalam upaya memperluas jangkauan pengawasan obat dan makanan serta meningkatkan literasi masyarakat, Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bengkulu melaksanakan rangkaian koordinasi advokasi Memorandum of Understanding (MoU) dengan lintas sektor di Provinsi Bengkulu pada Senin, 9 Februari 2026. Adapun berapa instansi yang dikunjungi yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu, Universitas Terbuka Bengkulu, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu.
Sinergi dengan Dinas PMD Mewujudkan "Desa Pangan Aman"
Pertemuan dengan Dinas PMD Provinsi Bengkulu berfokus pada integrasi program pengawasan obat dan makanan ke dalam struktur pemberdayaan masyarakat desa. Adapun poin-poin yang dibahas meliputi pemberdayaan kader desa untuk program Desa Pangan Aman, serta pendampingan bagi pelaku UMKM di desa agar mampu memenuhi standar keamanan pangan.
Kolaborasi Akademik dengan Universitas Terbuka (UT) Bengkulu
Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran akademisi sebagai agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat. Dengan menggandeng Universitas Terbuka (UT) Bengkulu, diharapkan mampu mengintegrasikan pesan-pesan keamanan obat dan makanan ke dalam lingkungan kampus dan penelitian.
Perkuat Literasi Daerah
Sebagai langkah nyata dalam menjaga memori kolektif bangsa sekaligus memperkaya khazanah literasi daerah, Balai POM di Bengkulu melaksanakan koordinasi advokasi terkait rencana MoU dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu. Pertemuan strategis ini berfokus pada kerja sama penyelamatan dan penyerahan arsip statis milik Balai POM di Bengkulu untuk dikelola oleh DPK Provinsi Bengkulu sebagai bahan referensi sejarah dan literasi masyarakat.