Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan obat yang aman, bermutu, dan bertanggung jawab, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan dan Pengelolaan Obat pada Apotek dan Sarana Pelayanan Kefarmasian di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dalam hali ini, bimtek dilakukan sebagai bagian dari efektifitas pengawasan obat Bersama dengan Dinas Kesehatan Kab. Bengkulu Selatan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 April 2026 bertempat di Aula Pertemuan Hotel Marina Manna, Bengkulu Selatan, dan dihadiri oleh sekitar 110 peserta yang terdiri dari pengelola obat di toko obat, apotek, serta sarana pelayanan kefarmasian di instansi pemerintah di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan. Dalam kegiatan tersebut, BPOM Bengkulu mengirimkan dua orang narasumber yang menyampaikan materi strategis terkait:
- Aspek-aspek pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor Farmasi di Fasilitas pelayanan Kefarmasian dan Fasilitas Lainnya
- Pengendalian resistensi antimikroba dan pencegahan penyalahgunaan obat melalui pengawasan pengelolaan obat
Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa pengelolaan obat yang tidak tepat dapat berdampak serius, termasuk meningkatnya risiko resistensi antimikroba, yang saat ini menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif serta penerapan standar pengelolaan obat yang baik dan benar di seluruh fasilitas pelayanan kefarmasian. Selain itu, disampaikan pula pentingnya pengawasan yang berkelanjutan serta kepatuhan terhadap regulasi dalam proses distribusi obat, guna mencegah terjadinya penyalahgunaan obat di masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah daerah, tenaga kefarmasian, maupun BPOM sebagai regulator otoritas pengawas. Sinergi ini dinilai penting dalam memastikan bahwa obat yang beredar dan digunakan masyarakat aman, berkhasiat, dan bermutu, serta tidak menimbulkan dampak negatif seperti resistensi antimikroba. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik sehari-hari, sehingga tercipta sistem pengelolaan obat yang lebih baik dan berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan.