Bengkulu, 28 September 2026 – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu melaksanakan kegiatan diskusi bersama KMEI Badan POM dalam rangka penyampaian hasil evaluasi pelaksanaan sampling dan pengujian obat periode bulan Januari sampai Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan secara Luring pada Senin, 28 September 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, dan diikuti oleh personel pemeriksaan serta personel pengujian Balai POM di Bengkulu.
Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, bersama personel terkait. Diskusi menjadi wadah untuk menyampaikan hasil evaluasi sekaligus membahas langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan sampling dan pengujian obat.
Dalam evaluasi tersebut, KMEI Badan POM menyampaikan sejumlah rekomendasi yang perlu menjadi perhatian, antara lain terkait perencanaan sampling, penetapan kabupaten/kota sebagai lokus sampling, pengelolaan dan pengiriman sampel vaksin dengan mempertahankan kondisi suhu yang tervalidasi, serta pengendalian terhadap perubahan rencana sampling.
Selain itu, dibahas pula pentingnya pemenuhan jumlah sampel sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Dalam kondisi tertentu apabila jumlah sampel yang dapat diperoleh terbatas, pelaksanaan sampling agar tetap memperhatikan pemenuhan parameter uji minimal atau PUK (Parameter Uji Kritis) sehingga tujuan pengawasan dan pengujian terhadap mutu obat tetap dapat tercapai secara optimal.
Pada aspek perencanaan, tim juga diarahkan untuk memastikan bahwa penetapan lokus sampling mempertimbangkan kebutuhan pengawasan dan keterwakilan wilayah. Setiap perubahan terhadap rencana sampling perlu dilakukan secara terukur dan terdokumentasi sehingga pelaksanaan di lapangan tetap selaras dengan target yang telah ditetapkan.
Khusus untuk komoditas yang memerlukan pengendalian suhu, termasuk vaksin, pengiriman sampel menjadi salah satu hal penting yang mendapat perhatian. Proses pengiriman harus dilakukan dengan kondisi suhu yang sesuai dan tervalidasi untuk memastikan integritas serta mutu sampel tetap terjaga sampai diterima dan dilakukan pengujian di laboratorium.
Melalui kegiatan diskusi dan evaluasi ini, diharapkan koordinasi antara personel pemeriksaan dan pengujian semakin baik, sehingga perencanaan, pelaksanaan sampling, pengiriman sampel, hingga pengujian dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Balai POM di Bengkulu menyampaikan dukungan terhadap tindak lanjut hasil evaluasi dan mendorong seluruh personel terkait untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan sampling dan pengujian berikutnya, sehingga pelaksanaan pengawasan obat di wilayah Provinsi Bengkulu dapat semakin optimal dalam mendukung jaminan keamanan, khasiat, dan mutu obat yang beredar di masyarakat.