BENGKULU – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt., menjadi narasumber dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Bengkulu (UNIB), Sabtu (31/10/2026), di Aula Kampus 4 UNIB. Kegiatan ini membahas peran BPOM dalam pengawasan mutu dan keamanan obat serta makanan, sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang karier dan kolaborasi di bidang kefarmasian.
Dalam pemaparannya, Kodon menjelaskan peran BPOM dalam pengawasan obat dan makanan secara menyeluruh, mulai dari sebelum produk beredar (pre-market) hingga setelah produk beredar (post-market). Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal, termasuk melalui transaksi daring, yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
“Pengawasan obat dan makanan merupakan upaya bersama untuk memastikan produk yang beredar aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Kodon.
Kodon turut memperkenalkan peran laboratorium Balai POM di Bengkulu dalam mendukung pengujian obat dan makanan. Melalui pengujian yang dilakukan sesuai standar mutu, laboratorium berperan penting dalam menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari pengawasan.
Pada kesempatan tersebut, Kodon mengajak mahasiswa untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa, serta memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile untuk memperoleh informasi produk sebelum membeli atau menggunakannya.
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif menggali informasi mengenai tantangan pengawasan obat dan makanan, cara mengenali produk ilegal, serta peluang pengembangan karier tenaga kefarmasian. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai peran BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BPOM Bengkulu berharap terjalin kolaborasi yang semakin kuat dengan dunia akademik dalam meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan obat dan makanan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih cerdas dalam memilih dan menggunakan produk obat dan makanan yang aman.