Kepala Balai POM di Bengkulu Paparkan Peran Pengawasan Obat dan Pangan di Era Digital pada Seminar Nasional STIKES Al-Fatah Bengkulu

23-06-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 258 kali

Bengkulu, 23 Juni 2026 – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt., menjadi narasumber pada Seminar Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh STIKES Al-Fatah Bengkulu di Auditorium STIKES Al-Fatah Bengkulu, Selasa (23/6). Kegiatan bertema “Pharmacy Intelligence 2026: Transformasi Pelayanan Kefarmasian di Era Digital untuk Farmasi Klinis dan Komunitas” ini diikuti oleh sivitas akademika, tenaga kefarmasian, dan mahasiswa.

Dalam sesi materi, Kepala Balai POM di Bengkulu menyampaikan materi berjudul “Peran BPOM dalam Menjamin Keamanan Obat dan Pangan di Era Digital.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan tugas dan fungsi BPOM dalam melakukan pengawasan obat dan makanan dari hulu hingga hilir guna memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan, khasiat, manfaat, dan mutu.

Fokus materi menyoroti peran BPOM dalam menghadapi perkembangan teknologi digital melalui pengawasan pasar daring, penguatan regulasi keamanan digital, penerapan sistem ketertelusuran produk, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk deteksi dini, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Selain itu, disampaikan pula berbagai tantangan pengawasan di era digital, seperti maraknya peredaran obat dan pangan ilegal secara daring, penyebaran informasi yang menyesatkan, perkembangan teknologi yang cepat, serta aspek keamanan dan pengelolaan data.

Kepala Balai POM di Bengkulu juga memaparkan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengawasan, antara lain penggunaan big data dan AI, pengawasan marketplace secara real time, perluasan edukasi kepada masyarakat, serta penguatan sistem ketertelusuran produk. Untuk mendukung hal tersebut, BPOM terus mengembangkan sistem pengawasan berbasis data terintegrasi, memperkuat kolaborasi dengan marketplace dan media sosial, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang digital.

Pada kesempatan tersebut, BPOM Bengkulu turut memperkenalkan layanan Ruang Tamu Virtual sebagai salah satu bentuk transformasi pelayanan publik berbasis digital. Ruang Tamu Virtual merupakan layanan pelayanan dan konsultasi konsumen secara daring melalui platform Zoom yang memungkinkan masyarakat, tenaga kefarmasian, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan memperoleh informasi dan berkonsultasi langsung dengan petugas BPOM tanpa harus datang ke kantor.

Pemanfaatan Ruang Tamu Virtual diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan konsultasi mengenai obat dan makanan, sekaligus mendukung pelayanan yang lebih mudah, cepat, fleksibel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Layanan ini juga menjadi salah satu sarana BPOM Bengkulu dalam memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta meningkatkan literasi dan kesadaran mengenai keamanan obat dan makanan.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan terkait pengawasan obat dan makanan di era digital serta peran tenaga kefarmasian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat menjadi topik yang banyak dibahas.

Melalui kegiatan ini, Balai POM di Bengkulu berharap dapat meningkatkan pemahaman sivitas akademika, tenaga kefarmasian, dan mahasiswa mengenai pentingnya penggunaan obat dan pangan yang aman, sekaligus memperkenalkan akses pelayanan dan konsultasi digital melalui Ruang Tamu Virtual serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan perlindungan kesehatan masyarakat di era digital.

 

Sarana