Kepala Balai POM di Bengkulu Jadi Narasumber Workshop Pengelolaan Obat

31-07-2026 Umum Dilihat 173 kali

Bengkulu – Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt., menjadi narasumber dalam Workshop Edukasi dan Simulasi Pemasangan Implan Susuk KB II Tiga Tahunan serta Konseling bagi Provider yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu di Hotel Mercure Bengkulu, Kamis (30/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kodon Tarigan menyampaikan materi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi sesuai Standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) kepada pengelola alat dan obat kontrasepsi, tenaga kesehatan, anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta provider pelayanan Keluarga Berencana (KB).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam pengelolaan, distribusi, dan penyimpanan alat serta obat kontrasepsi sesuai standar. Penerapan CDOB diperlukan untuk menjaga mutu, keamanan, dan integritas obat selama proses pengadaan, penerimaan, penyimpanan, penyaluran, hingga penanganan obat yang rusak atau kedaluwarsa.

Dalam pemaparannya, Kepala Balai menjelaskan aspek penting penerapan CDOB, meliputi manajemen mutu, organisasi dan personalia, bangunan dan peralatan, dokumentasi, serta kegiatan operasional. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO), pengendalian kondisi penyimpanan, pencatatan dan ketertelusuran obat, serta pemantauan stok secara berkala.

Peserta menunjukkan antusiasme selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait penerapan standar pengelolaan obat, khususnya mengenai penyimpanan, pengendalian mutu, pencatatan, serta penanganan obat yang rusak dan kedaluwarsa. Diskusi tersebut menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman peserta dalam menerapkan CDOB pada pengelolaan alat dan obat kontrasepsi.

Melalui kegiatan ini, Balai POM di Bengkulu memperkuat sinergi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan alat dan obat kontrasepsi yang memenuhi standar. Penerapan pengelolaan obat yang baik diharapkan dapat mendukung tersedianya produk yang aman dan bermutu serta meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana kepada masyarakat.

 

Sarana