BENGKULU — Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, didampingi Ketua Tim Pemeriksaan BPOM Bengkulu, menghadiri Rapat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu, Jumat (30/10/2026). Kehadiran tersebut merupakan tindak lanjut undangan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG dalam rangka memperkuat koordinasi dan pengawasan pelaksanaan program prioritas nasional.
Rapat yang berlangsung di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dan dihadiri sejumlah instansi serta lembaga terkait, termasuk Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Bengkulu.
Dalam kesempatan tersebut, BPOM Bengkulu menyampaikan dukungan terhadap peningkatan kompetensi petugas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui pelatihan penggunaan test kit. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan petugas dalam mendukung pengawasan keamanan pangan di lingkungan dapur SPPG.
Kepala Balai POM di Bengkulu menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Setiap tahapan operasional SPPG perlu dilaksanakan sesuai ketentuan untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat. Ketidakpatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan berpotensi meningkatkan risiko keamanan pangan.
Selain itu, BPOM Bengkulu juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan. Penguatan koordinasi dan sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan kejadian berjalan dengan baik serta melindungi kesehatan masyarakat.
Melalui rapat evaluasi ini, BPOM Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Satgas MBG, KPPG, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan koordinasi yang semakin kuat, pelaksanaan Program MBG diharapkan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.