Bertempat di Lapangan Parkir Pasar Minggu Square Kota Bengkulu pada Hari Kamis tanggal 14 November 2013 Walikota Bengkulu yang diwakili oleh Asisten II Kota Bengkulu, Fakruddin Siregar,SH memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Gebyar Pasar Aman dari Bahan Berbahaya yang diprakarsai oleh Badan POM RI. Hal ini disampaikan beliau saat membuka acara Gebyar Pasar Aman dari Bahan Berbahaya. Apalagi pada saat yang sama Walikota Bengkulu menerima piala Bengkulu Kota Sehat dari Menteri Kesehatan di Jakarta. Salah satu penilaiannya adalah Pasar Sehat. jadi, Program Pasar Aman yang dilaksanakan Badan POM hari ini jelas menunjukan dukungan Pemerintah Pusat khususnya Balai POM Bengkulu dalam mendukung program Pemerintah Daerah.
untuk itu saya menghimbau kepada semua SKPD untuk mendukung program, berkoordinasi dan bersinergi dalam mewujudkan Pasar Aman di 3 ( tiga) Pasar yang ada di Kota Bengkulu ini (Pasar Panorama, Pasar Minggu dan Pasar Baruh Koto).
Acara pembukan ini dimeriahkan dengan tampilnya tari pesembahan dari penari dari SMAN 2 Bengkulu. Gebyar Pasar ini dihadiri langsung oleh Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya Badan POM RI Drs. Mustofa Apt. M.Kes, Dr. Dian Syakroza Anggota DPR RI Komisi IX, dan pejabat pemegang kebijakan dari SKPD terkait baik provinsi maupun kota Bengkulu, komunitas pasar serta tokoh Masyarakat yang total peserta lebih kurang 150 orang.
Setelah acara pembukaan dilaksanakan Talk Show dengan nara sumber adalah Direktur Pengawasan Bahan Berbahaya Badan POM RI Drs. Mustofa. Apt.MKes,dengan Judul Materi Pasar Aman Dari bahan Berbahaya, Dr. Dian Syakroza Anggota Komisi IX DPR RI Judul Materi Bahan Bahan Yang Sering disalahgunakan pada Makanan , Dr. Eko Rahmi Nurhidayati Dari Dinkes Kota Bengkulu Judul Materi Higiene dan Sanitasi dalam Rangka mewujudkan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya dan Drs. Zulkifli Apt dari Balai POM Bengkulu Dengan Materi Pengawasan bahan Berbahaya di propinsi Bengkulu.
Materi yang disampaikan sangat menarik perhatian audiens dan sangat informatif karena langsung menyentuh aktivitas sehari hari para peserta dan semua peserta bertahan sampai acara selesai,walau pada saat itu sedang berlangsung Pawai TABOT, acara yang selalu ditunggu oleh masyarakat Bengkulu tiap tahun.