Bengkulu – Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bengkulu terus memperkuat perannya dalam pengendalian resistensi antimikroba melalui inovasi GEN-AMR SAFE (Generational Antimicrobial Resistance Safety Program). Perjalanan inovasi ini dimulai melalui kegiatan launching pada 18 Mei 2026 yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. GEN-AMR SAFE dikembangkan sebagai pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kelompok rentan dan keluarga, mengenai penggunaan antibiotik secara bijak, pencegahan resistensi antimikroba, serta keterkaitannya dengan keamanan pangan melalui pendekatan One Health. Peluncuran tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan kolaborasi antara BPOM di Bengkulu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, fasilitas pelayanan kesehatan primer, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun edukasi AMR yang lebih dekat dengan masyarakat.
Tidak berhenti pada seremoni peluncuran, GEN-AMR SAFE bergerak dari komitmen menuju implementasi nyata. Pada 22 Juli dan 24 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan melalui edukasi langsung kepada masyarakat dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif. Peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan antibiotik yang benar, bahaya penggunaan antibiotik tanpa arahan tenaga kesehatan, resistensi antimikroba, keamanan pangan, serta peran keluarga dalam mencegah AMR. Evaluasi dilakukan melalui instrumen yang mengukur pengetahuan, sikap, intensi perilaku, literasi kesehatan, dan penerimaan terhadap media KIE, sehingga pelaksanaan GEN-AMR SAFE tidak hanya berorientasi pada tersampaikannya informasi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan edukasi berbasis bukti dan perubahan perilaku. Instrumen GEN-AMR SAFE memang dirancang untuk mengukur perubahan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi serta penerimaan peserta terhadap media yang digunakan.
Semangat GEN-AMR SAFE kemudian terus diperluas pada 12 Agustus 2026 melalui penguatan edukasi AMR kepada mahasiswa, calon tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lintas sektor. Rangkaian ini menegaskan bahwa pengendalian resistensi antimikroba membutuhkan keterlibatan bersama—mulai dari pemerintah, regulator, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, sektor kesehatan hewan dan pangan, hingga masyarakat. Melalui GEN-AMR SAFE, BPOM di Bengkulu berupaya menjadikan edukasi AMR bukan sebagai kegiatan sesaat, melainkan sebagai gerakan yang berkelanjutan: dimulai dari pengetahuan, diperkuat melalui kolaborasi, dan diwujudkan dalam perilaku penggunaan obat yang lebih tepat dan bertanggung jawab. Karena menjaga efektivitas antimikroba hari ini berarti turut melindungi kesehatan generasi yang akan datang.