Dari Laboratorium ke Hilirisasi: BPOM di Bengkulu Dorong Kurikulum yang Lebih Adaptif

12-06-2026 Umum Dilihat 223 kali

Kepala BPOM di Bengkulu, Kodon Tarigan, menjadi narasumber dalam kegiatan Pengembangan dan Revisi Kurikulum Program Studi S1 Kimia Universitas Bengkulu bertempat di Ruang Dekanat FMIPA Univeritas Bengkulu pada Hari Jumat tanggal 12 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kurikulum dengan kebijakan pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja dan para pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, dibahas penguatan visi dan misi program studi agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.

Kodon Tarigan menyampaikan pentingnya memasukkan materi Good Laboratory Practices (GLP) dan regulasi di bidang obat dan makanan ke dalam kurikulum. Menurutnya, pemahaman terhadap standar laboratorium dan regulasi akan menjadi bekal penting bagi lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain itu, BPOM Bengkulu mendorong agar hasil riset di perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat. Keberlanjutan riset dan hilirisasi hasil penelitian dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

Pertemuan ini juga membahas peluang kerja sama antara Universitas Bengkulu dan BPOM di Bengkulu, khususnya melalui program magang mahasiswa, kegiatan penelitian, serta kolaborasi akademik lainnya. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman praktis dan wawasan yang lebih luas mengenai pengawasan obat dan makanan.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun keterkaitan yang lebih kuat antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan inovatif.

Sarana