Bengkulu – BPOM di Bengkulu bersama Dinas Kesehatan Kota Bengkulu meluncurkan program GEN-AMR SAFE (Generational Antimicrobial Resistance Safety Program) di Posyandu Mawar, Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Senin (18/5/2026). Kegiatan dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, dan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui, terhadap bahaya penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Kepala BPOM di Bengkulu, Kodon Tarigan mengatakan program GEN-AMR SAFE merupakan bentuk komitmen BPOM dalam mendukung pengendalian resistensi antimikroba (AMR) melalui edukasi langsung kepada masyarakat.
“Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan masih banyak terjadi di masyarakat. Karena itu kami hadir untuk mengedukasi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia agar lebih memahami penggunaan antibiotik yang benar,” ujar Kodon.
Ia menjelaskan, kebiasaan membeli antibiotik tanpa resep dokter, menghentikan obat sebelum waktunya, hingga berbagi obat kepada orang lain dapat memicu resistensi antibiotik yang berdampak pada menurunnya efektivitas pengobatan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati menegaskan obat dapat menjadi berbahaya apabila digunakan tidak sesuai aturan medis. Ia mengajak kader posyandu dan masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan obat serta aktif menyampaikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan antibiotik secara rasional, pentingnya keamanan pangan, serta peran keluarga dalam mencegah resistensi antimikroba sejak dini. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama antara BPOM Bengkulu dan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi masyarakat terkait obat dan makanan yang aman.