BPOM di Bengkulu Dorong Pengembangan Herbal Indonesia Menuju Fitofarmaka

05-11-2026 Umum Dilihat 13 kali

Balai POM di Bengkulu turut berkontribusi dalam mendorong pengembangan obat bahan alam Indonesia melalui edukasi dan penguatan pemahaman mengenai standardisasi serta regulasi produk herbal. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pharmacy Fair 2026 Universitas Bengkulu pada 31 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Balai POM di Bengkulu hadir sebagai narasumber dengan materi “Natural Symphony: Standardisasi Produk Menuju Herbal Fitofarmaka dan Regulasi BPOM dalam Menembus Pasar Global”.

Materi yang disampaikan menekankan bahwa kekayaan keanekaragaman hayati dan pengetahuan tradisional Indonesia merupakan potensi besar dalam pengembangan obat bahan alam. Namun potensi tersebut perlu didukung pembuktian ilmiah, standarisasi bahan baku dan produk, konsistensi mutu, serta memberikan persyaratan keamanan dan khasiat.

BPOM berperan melalui penyusunan, evaluasi registrasi produk, serta pengawasan untuk memastikan obat bahan alam yang beredar memenuhi persyaratan. Pengembangan produk menuju fitofarmaka juga membutuhkan kolaborasi antara akademisi, industri, tenaga kesehatan, petani, dan regulator.

Melalui kegiatan ini, BPOM di Bengkulu mendorong mahasiswa farmasi untuk berperan aktif dalam penelitian dan inovasi herbal yang berbasis bukti ilmiah, berkualitas, dan berdaya saing. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan regulasi, produk herbal Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta membuka peluang menembus pasar global.

Sarana