Bengkulu, 5 Desember 2025 — Balai POM di Bengkulu berpartisipasi sebagai narasumber dalam Dialog Interaktif LPP RRI “Bengkulu Pagi Ini” yang mengangkat tema “Gotong Royong Membangun Generasi Emas.” Dialog ini membahas penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta peran lintas sektor dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Hadir sebagai narasumber, Zamhari, S.H., M.H., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, serta Kodon Tarigan, S.Si., Apt., Kepala Balai POM di Bengkulu.
Dalam paparannya, Zamhari menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) di Provinsi Bengkulu berjalan sesuai amanah kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan BKKBN. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani ribuan penerima manfaat sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat gizi keluarga. Ia turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung program ini sebagai bagian dari gerakan bersama menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, menegaskan komitmen BPOM dalam memastikan keamanan pangan Program MBG melalui berbagai langkah pengawasan. BPOM melakukan pendampingan teknis kepada dapur SPPG serta memastikan penerapan standar higiene sanitasi dan produksi pangan yang baik. Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan untuk mendukung penyediaan pangan yang aman dan bermutu bagi seluruh penerima manfaat di Bengkulu.
Dialog ditutup dengan penegasan komitmen kolaborasi antara BPOM dan BKKBN untuk terus bersinergi dalam mengawal program MBG agar berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kedua lembaga sepakat bahwa pemenuhan gizi, keamanan pangan, dan ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Di akhir sesi, Kepala Balai POM di Bengkulu kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip CEK KLIK: Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Langkah sederhana ini menjadi upaya nyata dalam melindungi diri dan keluarga dari produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan.