Bengkulu, 24 Juli 2026 – Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt., bersama jajaran melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan diterima langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Linda, SST., M.Kes., beserta jajaran.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kedua instansi. Salah satu pembahasan utama adalah evaluasi pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin selama ini serta penguatan implementasi kerja sama ke depan. Kedua pihak membahas pengembangan kolaborasi yang saling memberikan manfaat, khususnya dalam mendorong hilirisasi hasil inovasi civitas akademika di bidang pangan olahan, kosmetik, dan obat bahan alam. Melalui sinergi tersebut, produk-produk inovasi diharapkan dapat didampingi hingga memasuki tahap produksi, memenuhi ketentuan regulasi, memperoleh izin edar BPOM, serta memiliki daya saing dan peluang pemasaran yang lebih luas.
Selain itu, BPOM Bengkulu dan Poltekkes Kemenkes Bengkulu juga membahas penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, di antaranya melalui pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di bidang obat dan makanan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong lahirnya produk lokal yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana penyelenggaraan kuliah umum bagi mahasiswa baru dengan menghadirkan narasumber dari BPOM. Materi yang direncanakan meliputi bahaya penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu (OOT), Antimicrobial Resistance (AMR), serta edukasi penggunaan obat yang rasional sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.
Melalui silaturahmi ini, BPOM Bengkulu dan Poltekkes Kemenkes Bengkulu berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi yang mendukung peningkatan perlindungan masyarakat di bidang obat dan makanan.