BPOM Bengkulu Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan dan Pengawasan Apotek

17-07-2026 Umum Dilihat 159 kali

Bengkulu, 16 Juli 2026 – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt., beserta tim menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan dan Pengawasan Apotek yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bengkulu di Aula Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Kamis (16/7/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, SKM., MM., tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Bengkulu, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Balai POM di Bengkulu, serta para pemangku kepentingan lainnya di bidang kefarmasian. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam pembinaan dan pengawasan apotek serta meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Melalui koordinasi yang baik, setiap instansi diharapkan dapat menjalankan peran dan fungsinya secara optimal sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.

Berbagai isu strategis dibahas dalam rapat tersebut, di antaranya penguatan koordinasi dalam pembinaan dan pengawasan apotek, peningkatan kepatuhan terhadap standar pelayanan kefarmasian, pemerataan akses pelayanan kefarmasian, serta penerapan standar pengelolaan sarana kefarmasian. Forum ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antarinstansi terhadap pelaksanaan pembinaan, pengawasan, dan pelayanan kefarmasian sehingga dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, menyampaikan bahwa Balai POM di Bengkulu terus mendukung penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan sarana kefarmasian. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan memperkuat upaya pembinaan kepada pelaku usaha, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendorong terciptanya pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selain menjadi forum koordinasi, rapat ini juga dimanfaatkan sebagai sarana bertukar informasi dan pengalaman antarinstansi dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang pelayanan kefarmasian. Melalui diskusi yang konstruktif, para peserta menyampaikan berbagai masukan dan pandangan sebagai bahan penguatan koordinasi serta peningkatan efektivitas pembinaan dan pengawasan apotek di Kota Bengkulu.

Keikutsertaan Balai POM di Bengkulu dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen BPOM untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Diharapkan, koordinasi yang telah terjalin dapat semakin memperkuat pembinaan dan pengawasan apotek sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Sarana