Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu memperkuat sinergi pengawasan obat dan makanan bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dalam audiensi yang digelar di Kantor Bupati Bengkulu Selatan, 4 Maret 2026. Pertemuan ini membahas dukungan lintas sektor untuk mewujudkan Kabupaten Kota Pangan Aman (KKPA), optimalisasi Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK) 2026, serta pendampingan UMKM dalam rangka mendapatkan izin edar BPOM.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Kepala BPOM di Bengkulu, Kodon Tarigan, dan dihadiri langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Dinas Pertanian.
Dalam paparannya, Kepala BPOM di Bengkulu menyampaikan bahwa Pasar Kota Medan Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 2025 berhasil meraih predikat Juara 3 Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dalam Lomba Pasar Aman Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Badan POM RI. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam meningkatkan keamanan pangan di daerah.
Kodon Tarigan menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan tidak dapat dilakukan sendiri sehingga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Badan POM RI telah mengalokasikan DAK Non Fisik Tahun 2026 sebagai dukungan penguatan pengawasan di daerah, dan diharapkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dapat memaksimalkan penyerapannya agar berpeluang memperoleh peningkatan alokasi pada tahun berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM Bengkulu juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan atas komitmen yang telah diberikan melalui penerbitan SK Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan, SK AMR, serta Surat Edaran terkait obat-obat tertentu yang sangat membantu penguatan pengawasan di daerah.
Selain itu, dibahas fasilitasi “Ruang Tamu Virtual” yang akan ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Kota Manna untuk mempermudah masyarakat dan pelaku usaha berkomunikasi langsung secara daring dengan BPOM, termasuk dalam proses pendaftaran izin edar. BPOM juga siap mendampingi pelaku usaha secara gratis hingga diperolehnya izin edar bagi yang telah memenuhi persyaratan OSS.
Bupati Rifai Tajudin menyampaikan apresiasi atas dukungan BPOM di Bengkulu dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh program pengawasan serta siap meraih predikat Kabupaten Pangan Aman.