Bimbingan Teknis Pengendalian Resistensi Antimikroba

30-09-2025 Balai Besar/Balai POM Dilihat 137 kali

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kapasitas terkait upaya pencegahan serta pengendalian resistensi antimikroba, telah diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Resistensi Antimikroba pada tanggal 16 September 2025 bertempat di Aula Balai POM di Bengkulu.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Ibu Nurussaumi, S.AP., MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencegah meluasnya kasus resistensi antimikroba yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Sebagai narasumber, hadir Ibu Amatul Syukra Tampubolon, S.Si., Apt dari Direktorat Distribusi dan Pelayanan ONPP Badan POM RI yang memaparkan mengenai upaya pengendalian resistensi antimikroba dan Ibu Novri Fitriani, S.Farm., Apt., Ketua Tim Deputi 1, memberikan materi Aspek –Aspek Pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor Farmasi Di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian.

Kegiatan Bimtek ini dihadiri juga oleh Stakeholder yaitu Dinas Kesehatan Kota Bengkulu,  Dinas Kelautan dan Perikanan, organisasi profesi IAI dan IBI, serta 30 Apoteker Penanggung Jawab Apotek di kota Bengkulu. Pemerintah Daerah serta diharapkan turut mengawal implementasi kebijakan nasional/regulasi penggunaan antibiotic, memperkuat regulasi daerah dengan penerbitan surat edaran terkait penggunaan antibiotic, meningkatkan pemahaman/kesadaran masyarakat terkait resistensi antimikroba dan penggunaan antibiotik dengan tepat, mencegah terjadinya pengalihan stok /penggunaan antibiotik yang beririsan dengan sektor hewan di daerah (pengawasan di peternakan, poultry, budidaya ikan dll).

Apoteker diharapkan dapat berperan sebagai Garda Terdepan pada jalur distribusi dan pelayanan obat ke masyarakat, memberikan Edukasi dan Advokasi Penggunaan Obat, melaksnaakan Pengawasan dan Pelaporan Obat, menjamin Mutu Obat dan berkolaborasi dengan tenaga Kesehatan dalam hal  pelayanan obat untuk mengendalikan resistensi antimikroba.

Sedangkan salah satu peran tenaga kesehatan dalam upaya pengendalian resistensi antimikroba adalah rasionalitas peresepan dan pengelolaan antimikroba sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta edukasi kepada masyarakat
 
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami lebih jauh mengenai ancaman resistensi antimikroba serta berperan aktif dalam upaya pengendaliannya, sehingga penggunaan obat dapat lebih bijak dan tepat guna demi melindungi kesehatan masyarakat.

Sarana