Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai POM di Bengkulu mengintensifkan pengawasan pangan olahan selama bulan suci Ramadan dan menjelang idul fitri 1447 H. intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan merupakan agenda rutin nasional yang dilaksanakan serentak oleh BPOM di seluruh Indonesia. Hal ini mengingat konsumsi pangan olahan cenderung meningkat signifikan, terutama untuk produk makanan berbuka puasa, parcel Ramadan, serta kebutuhan bahan pangan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan layak dikonsumsi, seiring meningkatnya permintaan produk pangan olahan selama bulan puasa.
Pada tanggal 19 Februari 2026, Tim pemeriksaan BPOM Bengkulu melakukan Kegiatan intensifikasi pengawasan pangan olahan yang dipimpin langsung oleh Kepala BPOM di Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt. Pengawasan dilakukan bersama lintas sektor terkait, antara lain Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Bengkulu, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga perlindungan konsumen. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan efektivitas pengawasan, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan terpadu di wilayah Provinsi Bengkulu.
Dari hasil pengawasan yang telah dilakukan hari ini, tidak ditemukan produk pangan olahan yang kedaluwarsa, produk tanpa izin edar, maupun produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu. Temuan yang ada hanya bersifat administratif dan telah kami tindaklanjuti dengan pembinaan kepada pelaku usaha.
Kepala BPOM di Bengkulu menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat distributor, tetapi juga akan menyasar ritel modern, pasar tradisional, hingga gudang penyimpanan. BPOM Bengkulu akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momen bulan Ramadan, tetapi sepanjang tahun. BPOM Bengkulu berkomitmen untuk memastikan setiap produk pangan olahan yang beredar di Provinsi Bengkulu aman, bermutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Perlindungan konsumen adalah prioritas utama kami.
Dengan intensifikasi pengawasan ini, BPOM Bengkulu berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi. Ke depan, penguatan pengawasan berbasis risiko dan peningkatan partisipasi masyarakat akan terus didorong guna mewujudkan ekosistem pangan yang sehat dan terpercaya di Kota Bengkulu.