Optimalkan Keamanan Pangan, BPOM Bengkulu Dorong Kota Bengkulu penuhi Tools Mandiri KKPA

25-09-2025 Umum Dilihat 121 kali

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu mengadakan rapat evaluasi sementara terkait penggunaan Tools Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) pada hari Jumat, 12 September 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kesiapan Kota Bengkulu dalam mengikuti tahap penjurian nasional untuk program keamanan pangan.

Kepala BPOM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, menjelaskan bahwa KKPA adalah alat ukur internal yang dikembangkan oleh BPOM guna mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program pangan aman di tingkat daerah. Dari hasil sementara, Kota Bengkulu memperoleh nilai 57, yang masih berada sedikit di bawah batas minimal 60 poin sebagai syarat lolos ke penilaian nasional.

Yogi menyampaikan optimisme dan dorongan agar Kota Bengkulu dapat segera menyelesaikan aspek-aspek yang masih menjadi catatan. Menurutnya, potensi Kota Bengkulu sangat besar untuk memperoleh pengakuan sebagai kota yang menyediakan pangan aman dan berkualitas.

Rapat evaluasi ini dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait, semisal Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu. Yogi menegaskan bahwa keterlibatan lintas sektor menjadi hal yang tak terhindarkan karena BPOM tidak dapat berjalan sendiri dalam pelaksanaan program ini.

Beberapa pencapaian berhasil mendapat pujian, khususnya layanan publik yang diberikan oleh DPMPTSP yang sudah berjalan dengan transparan dan menyeluruh. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti penerbitan Surat Edaran Wali Kota untuk Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa), pembaruan data anggaran, serta lebih mengintensifkan pemberdayaan masyarakat hingga level kelurahan.

Yogi menggarisbawahi bahwa catatan yang ada sifatnya teknis namun memiliki pengaruh besar terhadap skor akhir. Pihaknya memberikan batas waktu perbaikan hingga tanggal 22 September 2025. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Kota Bengkulu sudah berjalan dengan baik, tinggal perlu dipercepat menjelang penilaian nasional. Dengan kerja sama lintas sektor yang solid, BPOM optimis Bengkulu dapat bersaing hingga tingkat nasional.

Rapat evaluasi ini menghasilkan komitmen bersama dari seluruh OPD dan pemangku kepentingan untuk segera menindaklanjuti berbagai catatan. Percepatan pelengkapan data pendukung menjadi kunci utama agar Kota Bengkulu dapat masuk dalam daftar wilayah yang akan dinilai secara eksternal oleh Kementerian Dalam Negeri serta kementerian teknis terkait lainnya.

Sarana