Bengkulu, 16 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan koordinasi lintas sektor, Kepala Kantor Bea Cukai Bengkulu, Drs. Koen Rachmanto, melakukan kunjungan kerja ke Balai POM di Bengkulu. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara kedua lembaga dalam upaya pencegahan dan pemberantasan kejahatan terkait obat dan makanan ilegal.
Drs. Koen Rachmanto menekankan pentingnya kerja sama yang solid dalam menghadapi tantangan ini. "Bukan yang terkuat yang bertahan, melainkan yang mampu bekerja sama," ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas 16 informasi yang diberikan BPOM sepanjang tahun 2024, di mana tiga di antaranya telah ditindaklanjuti ke tahap projustitia.
Kepala Balai POM di Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai atas inspirasi yang diperoleh dalam melakukan metoda pemeriksaan. Namun, tantangan terus berkembang, seperti modus penyamaran dalam pengiriman barang ilegal. "Pelaku kini semakin cerdas. Untuk itu, kerja sama lintas sektor seperti ini sangat diperlukan untuk memberantas kejahatan yang terus berkembang," ungkapnya.
Diskusi juga mencakup rencana penguatan kolaborasi, termasuk saling berbagi informasi intelijen, koordinasi penyelidikan dan penyidikan, serta pendampingan teknis. Indra, perwakilan Bea Cukai, menjelaskan bahwa pihaknya akan lebih fokus pada pengawasan dan pelaporan informasi kepada BPOM tanpa melakukan penindakan langsung, kecuali untuk kasus narkotika.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama Bea Cukai dan BPOM Bengkulu dalam menghadapi tantangan global dan lokal di bidang pengawasan obat dan makanan. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemberantasan kejahatan sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. (AG).