Audensi Kepala BPOM Bengkulu dengan Pemkab Kaur Bahas Pengawasan Obat dan Makanan serta Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman

17-12-2025 Umum Dilihat 302 kali

12 Desember 2025, Kabupaten Kaur – Kepala BPOM di Bengkulu, Kodon Tarigan, melakukan audensi dengan Wakil Bupati Kabupaten Kaur dan Pj Setda Kabupaten  pada 12 Desember 2025, membahas pengawasan obat dan makanan serta persiapan Kabupaten Kaur untuk mengikuti penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman. Audensi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar instansi dalam menjaga kualitas pangan dan obat-obatan di Kabupaten Kaur.

Kegiatan audensi ini menjadi sangat penting mengingat meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pangan yang aman dan sehat. Kepala BPOM Bengkulu, Kodon Tarigan, dalam pertemuan tersebut menjelaskan pentingnya pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan di daerah untuk memastikan produk yang dikonsumsi oleh masyarakat tidak membahayakan kesehatan. “Pengawasan ini bukan hanya untuk memastikan bahwa obat dan makanan yang beredar aman, tetapi juga untuk melindungi konsumen dari potensi bahaya yang terkandung dalam produk-produk yang tidak terdaftar atau tidak sesuai standar,” ujar Kodon.

Salah satu agenda utama dalam audensi ini adalah membahas persiapan Kabupaten Kaur untuk mengikuti penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman yang diselenggarakan oleh BPOM. Penilaian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kabupaten/kota menerapkan kebijakan dan tindakan pengawasan yang memadai dalam memastikan keberadaan pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. Kabupaten Kaur, yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengawasan pangan di wilayahnya, menunjukkan kesiapan untuk memenuhi standar yang ditetapkan dalam penilaian tersebut.

Wakil Bupati Kabupaten Kaur, Abdul Hamid, dalam kesempatan ini menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil BPOM. “Kami sangat mendukung upaya BPOM dalam pengawasan obat dan makanan. Kami juga menyambut baik penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan terhadap konsumen di Kabupaten Kaur,” ujar Abdul Hamid.

Pj Setda Kabupaten Kaur, Rio, juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap untuk bekerja sama dengan BPOM dalam memperkuat program pengawasan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih dan mengonsumsi produk pangan yang aman. “Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa pengawasan terhadap produk pangan dan obat-obatan di Kabupaten Kaur berjalan dengan baik, serta memastikan semua pihak, baik pedagang maupun konsumen, memahami pentingnya produk yang aman,” kata Rio.

Sebagai langkah lanjutan, BPOM bersama Pemkab Kaur akan melakukan serangkaian kegiatan untuk memperkuat pengawasan pangan dan obat, serta menyusun rencana aksi untuk meningkatkan standar kebersihan dan keamanan produk yang beredar di masyarakat. “Kami juga berharap masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan produk yang mencurigakan atau tidak sesuai dengan standar keamanan,” tambah Kodon.

Kegiatan audensi ini mencerminkan komitmen yang kuat dari pemerintah Kabupaten Kaur dan BPOM untuk terus memastikan bahwa Kabupaten Kaur menjadi wilayah yang aman bagi konsumsi pangan dan obat-obatan, sekaligus mempersiapkan kabupaten ini untuk penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman. Diharapkan dengan adanya kolaborasi yang lebih intensif, keamanan pangan di Kabupaten Kaur dapat terus meningkat dan memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat.

Sarana